Thursday, March 01, 2007

Kenapa SIK banyak yang macet ?

Penerapan Sistem Informasi Kesehatan ada beberapa yang gagal/ macet setelah dioperasikan, belum apa-apa sudah macet. Kenapa macet ?
Saya dapat mereka-reka penyebab beberapa sistem informasi di jajaran kesehatan macet setelah mengikuti Seminar Sehari Manajemen Proyek Sistem Informasi Kesehatan Daerah yang diselenggarakan oleh pengelola konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (Prodi IKM) Fakultas Kedokeran UGM Yogyakarta pada tanggal 28 Pebruari 2007 di R. 302 Gedung IKM Lt.3 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pada seminar itu nara sumber banyak membahas tentang manajemen proyek tentang teknologi informasi.

Kenapa yang banyak dibahas hanya proyek teknologi informasi ? Sedangkan komponen Sistem Informasi Kesehatan itu bukan hanya teknologi informasi saja, tetapi termasuk juga organisasi dan manajemen (materi kuliah di konsentrasi SIMKES UGM Yogyakarta). Kenapa tidak ada tentang proyek yang berkaitan dengan organisasi dan manajemen?

Sehubungan dengan hal di atas dan kasus di daerah tentang kasus macetnya beberapa sistem informasi mungkin diakibatkan karena rata-rata yang diproyekkan hanyalah teknologi informasi termasuk di dalamnya training tenaga operasioal. Akhirnya sistem itu hanya menjadi milik proyek dan tenaga yang pernah dilatih. Bagaimana dengan seluruh tenaga, birokrasi dan desentralisasi, tata hubungan kerja, lintas sektor, unit swasta, dan lain-lain ?

Saran :
Dalam menata Sistem Informasi Kesehatan (SIK), selain membangun teknologi informasi, komponen organisasi dan manajemen perlu mendapat perhatian khusus, karena teknologi informasi tanpa keterkaitan dengan kedua komponen lainnya, maka sistem yang telah dibangun itu lambat laun akan mogok.

Demikian saya tulis, jika ada benarnya itu semua karena dari Allah, tetapi jika salah, itu semata karena saya. Semoga tulisan ringkas ini ada manfaatnya bagi orang banyak.

Wassalam


Sudarianto

4 comments:

CHANDRA said...

Betul bos, yang penting dalam proyek : PIMPRO JANGAN TERLALU AMBIL BANYAK FEE, BANYAKNYA FEE MEMBUAT SIKDA AMBURADUL, DPR dan KADIS sebaiknya hanya memberi Saran yang membangun JANGAN MEMBERI TERLALU DI INTERFENSI, NANTI PROYEKNYA JADI PROYEK KUCING-KUCINGAN.

Dani Iswara said...

bukankah dlm proyek pengembangan suatu sistem informasi kesehatan daerah biasanya sdh melibatkan bbrp 'org (bag manajemen hingga pengguna akhir) yg berpengaruh' terhadap organisasi, Pak?

anis said...

sebenarnya aspek teknologi informasi hanya dilihat sebagai kasusnya saja kok. Aspek tersebutlah yang membedakan dengan proyek kesehatan lainnya. Aspek organisasi, dulu khan sudah pernah dibahas waktu studi banding ke Sleman. Manajemen training...prinsipnya khan sama saja menyelenggarakan training utk program kesehatan lainnya. Mengelola proyeknya khan secara prinsip sama saja.

agus said...

Pengemban dan implementasi sistem itu banyak faktornya, salah satunya adalah user requierement yang kadang terlupakan. AAkhirnya sistem itu tidak dapat dimafaatkan oleh end user